Dalam sebagian komentar di blog ini, ada perbicangan seperti ini:
Icke:
kalau menurut perkiraan bu Udutz, Udin emang rada kesulitan mengenali atau mengidentifikasi orang berdasarkan wajahnya (bahkan termasuk wajahnya sendiri), karena profesinya mungkin ya, seperti juga SPOG2 lainnya, kayaknya Udin lebih cepat tanggap dalam mengidentifikasi orang berdasarkan kenampakan bagian bawah orang…., kalau lebih spesifiknya Udin sendiri yang bisa cerita.
Hab:
Ha..ha…ha…ha..
klo gitu sebaiknya cep AA mencoba menampilkan foto warga beteega yang “bottomless”.
Kira2 udin paling hapal sama siapa yach…?(he…he…
Klo hab mah paling apal sama unang, tampak belakang “poek mongkleng”….tampak depannya “rumah kurcaci”.
AA:
Nah, saya kasih satu foto….., mudah-mudahan Udin bisa menebak semua orang tidak dari wajahnya…., tapi dari profil belakangnya yang mungkin lebih mengenalinya buat Udin. Tentunya yang lain boleh ikut menebak juga!

Ha…ha…ha…
Memang betul fotonya menampilkan kenampakan bagian bawah tubuh, tapi bukan bagian belakang, melainkan bagian depan, dan itu pun kelihatannya masih perlu dispesifikkan lagi oleh Udin.
BTW, itu foto kira-kira sedang menggambarkan adegan apa ya? tampaknya ada sesuatu yang amat sangat menarik sedang dibahas sehingga ibu-ibu sampai ngaronyok begitu…!
(berhubung sudah muncul topik baru, Pertanyaan ceu Icke saya jawab disini saja yach…)
Rumah kurcaci…..yang klo dikomik putih salju & 7 kurcaci, kan suka ada rumahnya yang terbuat dari tumbuhan sejenis cendawan (Supa ceuk basa sundana mah). tahhhhhh…kitu……
Klo pertanyaan Hab ngga dijawab yach!
buat AA….
Bottomless AA… bottomless……itu mah atuh tidak “less”
Hab, eta mah kudu nyulik di kamera di kamar praktek si Udin atuh …
AA, teu kedah nyulik, nyuhunkeun bae ka Udin, jigana Udin tos seueur koleksina
Buktosna, Dr Jack oge gaduh koleksi anu membuat ibu-ibu beteega panasaran dugi ka ngaronyok siga dina foto di luhur!
Hab, maksudnya ‘klo pertanyaan Hab ngga dijawab’ teh apa/yg mana ya?
he…he…he…
begini ceu…ceu…seumpamanya AA menayangkan “bottom view” warga beteega…..kira2 siapa yang paling dikenal sama dr. Udin (paling tidak… pernah kenalan walaupun dalan situasi yang tidak enak…he..he…).
Kalau itu cuma Udin yang bisa jawab, Hab.
sepertinya memang begitu ceu…!
oh..iya…
AA…Hab usul, gimana klo foto diatas dikasih judul “Perpecahan Antar Suku” atau “Rorombeheun” (atau ceuk para doktermah disebut juga “sariawan tumit kaki”).
satuju…?
BTW, Hab…. bisa gak mengenali para kepala suku di foto itu? Saya beri sedikit clue-nya: yang di tengah (hanya tampak sebagian kepalanya yg sedang menunduk) dan sedang jadi pusat kerumunan adalah dr. Jack.
FYI. Pengalaman dr Jack menangani pasen kayaknya lebih seru dari dr Udin. Kalau dr Udin berurusan dengan pasen lebih sering dalam suasana kurang enak, keterpaksaan, di tengah penderitaan para wanita, jeritan dan lolongan kesakitan, serta berurusan dengan mati-hidup 2 nyawa, kadang lebih. Nah lain lagi dengan dr Jack. Kebanyakan wanita dengan sukarela dan riang gembira dibongkar-bongkar oleh dr Jack. Tidak terbatas seputar area ‘bottomless’, full body. NIP/TUCK.
ceu…
taluk teu aya kelembeng saeutik eutik acan !
klo boleh tau,….emangnya dr. jak sedang mempertontonkan apa….sehingga ibu2 begitu antusias menontonnya?
Hab,
tentunya itu adalah sesuatu yang sanggup membuat ibu-ibu terpana. Bahkan mungkin juga bapak-bapak akan jauh lebih terpana. Cuma, bapak-bapak suka jaim sih…
Wah….
boleh juga dong
(paingan dr jack kucap kiceupna semakin sering. selain kabiasaan ditambah sedikit cunihin he..he…).
Yaaaa…kalau sekarang tidak bisa dibilang cunihin dong. Istilahnya teh, profesionalisme.